Seluruh umat manusia yg ada di dunia di takdirkan sama,punya mata untuk melihat,punya telinga untuk mendengar,punya kuku untuk garuk-garuk,punya jempol kaki yang bau untuk menghiasi sepatu,punya lidah untuk merasakan enak atau tidaknya makanan,punya hidung untuk menghirup nafas dan memiliki yang lainya,semua tertuju pada satu hal yaitu "RASA".Tukang pel punya rasa ingin menjadi orang kaya (bukan sukses),orang kaya juga ingin lebih kaya lagi,Tukang pel punya rasa ingin bahagia,begitu pula tukang sayur,tukang kayu,tukang tipu dan begitu pula pada tukang-tukang lainya.
Dalam "Gado-gado ..." telah tertulis,bahwa kebahagiaan tidak terukur lewat bersihnya baju,tidak terukur lewat kepingan logam rupiah dan juga tidak pula bisa diukur lewat manisnya senyuman -mungkin-.Dari sini kita bisa mengundang tanya,apa itu bahagia?dimana letaknya?kapan kita bisa dikatakan bahagia?.Hingga ada yang berkata "Asal besok masih bisa mencicipi nasi,berarti saya masih bahagia".Ternyata masih ada satu yang tertinggal,yaitu perut.Perut pun dapat mengukur rasa bahagia kita.Semua tidak ada yang salah karena dalam buku lainpun pernah di ceritakan bagwa "Jika keseharian kita, kita lewati dengan rasa bahagia,maka termasuk orang yang sangat beruntung".
Kebahagiaan lahiriah,mungkin semua orang menganggap remeh,karena hal tersebut bisa kita gapai hanya dalam hitungan detik.Tetapi kebahagiaan bathin???.Sanggupkah tuntutan itu kita gapai?.Tidak usah bermuluk-muluk,untung yang Maha Esa meng-takdirkan kehidupan di dunia ini serba dua,ada hitam ada putih,ada adam ada hawa,ada syurga ada neraka,ada pahit ada manis,ada pria ada wanita,ada juga waria sebagai bentuk perpaduan diantara keduanya.
Dan satu hal lagi yang masih tertinggal,ternyata Yang Esa juga meng-takdirkan 2 rasa,yaitu ; Sedih dan Bahagia.Yang dimana antara keduanya sangat saling melengkapi dan sifatnya yang bikin kita ketawa ngakak yaitu "mulur mungkret",sebentar mulur,sebentar mungkret,sebentar sedih dan sebentar lagi bahagia,(tetep yang abadi hanya punya-Nya).Hari ini kita bahagia karena mendapatkan gaji dan bonus,tapi besuk,..............Tak selamanya sedih kita rasakan,dan tak selamanya kebahagiaan menempel di sanubari.
Dengan kacamata kita-lah,kita bisa melihat jendela dunia,melihat orang lain,dan melihat diri kita.Semakin tebal kacamata yang kita pakai semakin jelas keburaman kita,semakin terang jalan kita,semakin lapang kita berjalan dan semakin beruntunglah orang-orang yang berkacamata.
Monday, December 24, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment